09 July 2013

Tokoh-Tokoh Inspiratif dari Wonogiri

5 komentar
Wonogiri terkenal dengan orang-orang yang ulet dan tangguh.
Berikut ini saya ungkapkan tokoh-tokoh ulet dan tangguh dari Wonogiri, yang kebetulan saya kenal.
1. Drs. H. SUDARMANTO, M.M. (Leles)

 


Drs. Sudarmanto, M.M. (Leles) dilahirkan di salah satu kecamatan di Wonogiri, yaitu Nguntoronadi. Setelah lulus SLTA di Wonogiri, berjuang mencari penghidupan dan kehidupan yang lebih baik. Saat itu ia berfikir bahwa jika terus di Wonogiri, impiannya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik susah terwujud. Dengan tekad bulat ia keluar dari Wonogiri dan akhirnya mendapatkan tempat di Jakarta, menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
 

Pernah kuliah di Kuliah di Unas Jurusan Teknik Akustik, namun tidak sampai lulus. Menamatkan S-1 nya di FISIP Universitas Terbuka. Gelar Magister Managemen juga ia raih di Universitas Terbuka.
Demi pengembangan diri, pengembangan bisnis, dan pengembangan jiwa sosialnya, Drs. Sudarmanto Leles, M.M. memutuskan pension dini dari PNS dan menekuni bisnisnya. Kini berbagai bidang bisnis berada di genggamannya, di antaranya Kontraktor, Percetakan, Advertising, dan Broadcasting.
Selama menjalankan bisnisnya, ia tidak pernah lepas dari kegiatan-kegiatan social, terutama yang bersangkutan dengan tanah kelahirannya, Jawa Tengah, dan lebih khusus lagi untuk wilayah Soloraya (Subosukawonosraten).


Ia aktif di dunia sosial karena merasa sudah cukup dari sisi pengembangan diri dan keluarga. Anak-anaknya sudah mampu mandiri dan memiliki usaha sendiri. Oleh karena itu, ia merasa sudah waktunya untuk mengabdikan diri di kegiatan-kegiatan sosial, supaya lebih berguna bagi orang lain, terutama bagi masyarakat Jawa Tengah, baik yang di perantauan maupun yang ada di kampong halaman. Bagi warga Jateng di perantauan, ia aktif di Paguyuban jawa Tengah dan Paguyuban Keluarga Wonogiri. Sedangkan untuk warga Jateng di kampung halaman, ia aktif dalam pendirian Taman Bacaan Masyarakat Wonogiri, pendirian Paguyuban Kelompok Tani Wonogiri, pemberian bantuan Air Bersih, dan lain-lain. 


Berbagai aktivitas sosial dan budaya yang berhubungan dengan daerah Jawa Tengah antara lain:
1. Anggota Paguyuban IPKWSI
2. Ketua Alumni STM Wonogiri
3. Pendiri Paguyuban Keluarga Wonogiri (Pakari)
4. Ketua Bidang Kemitraan Paguyuban Kel. Wonogiri
5. Ketua Panitia HUT Kab. Wonogiri Ke-466
6. Ketua Panitia Kerjasama Pagelaran Wayang di UI
7. Ketua Bid Kemitraan / Kerjasama Paguyuban Jateng
8. Pembinaan Asosiasi Campursari Seluruh Indonesia
9. Pembina Taman Bacaan Masyarakat Wonogiri
10. Pembina Paguyuban Keluarga Tani Wonogiri
11. Ketua Panitia Mudik Gratis Paguyuban Jawa Tengah
12. Peresmian Koperasi KAUJE Mandiri Nusantara
13. Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Perantauan
14. Ketua Bidang SDM (Kebudayaan & Agama) Paguyuban Jateng
15. Starring Comitte Mubes Paguyuban Jawa Tengah
16. Bhakti Sosial dan Donor Darah (Pakari)
Di bidang pendidikan, ia saat ini menjadi Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT), setelah pada periode sebelumnya menjadi Ketua Umum. Aktivitasnya di IKA-UT mendorongnya membentuk format perkuliahan online, melalui media televise online yang didirikannya. 


Setelah beraktivitas di bidang sosial, budaya, dan pendidikan, ia merasa masih ada yang kurang. Berbagai pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dirasakan masih kurang maksimal dan kurang menyasar. Oleh karena itu, melalui bidang politik, ia bermaksud lebih memajukan potensi daerah, dengan jalan memaksimalkan jaringan yang telah ia bina. Oleh karena itu, setelah sukses ikut mengantarkan Jokowi-Ahok menjadi Gubernur DKI (saat itu ia menjadi Steering Commite Relawan Jokowi-Ahok), di pemilu 2014 nanti akan turut serta menjadi Calon Anggota Legislatif DPR RI melalui Partai Gerindra, daerah pemilihan Jateng IV (Wonogiri, Sragen, Karanganyar). Semoga niatnya untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah melalui kursi legislatif dapat terlaksana dan betul-betul dapat menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah.


2. LESNA PURNAWAN, S.E.



Lesna Purnawan Pria kelahiran 9 Maret 1988 terlahir di daerah terpencil di selatan Wonogiri tepatnya di Kecamatan Giritontro, dari keluarga kalangan di bawah rata-rata (baca: miskin) dan ia hanya mampu menamatkan pendidikan sekolah dasar (SD) pada tahun 2001,setelah lulus SD ia belum bisa langsung melanjutkan ke SMP karena sejak kelas 1 SD sudah ditinggal ayahnya karena meninggal dunia, sejak itulah ia menjadi seorang yatim, dari sinilah yang melatarbelakangi dan keterbatasan biaya menjadikan ia tidak dapat melanjutkan pendidikan berkelanjutan.

Setelah lulus SD Tahun 2001 ia merantau ke Solo Baru, di sini ia memulai perjuangan hidupnya dalam meraih cita-cita untuk melanjutkan sekolah. Saat di Solo Baru ia memulai keberuntungannya menjadi penjual koran di sekitaran Perumahan Solo Baru, aktivitas itu di jalaninya dari selesai sholat subuh sampai jam 9 pagi, di samping menjadi penjual koran ia memanfaatkan waktu luangnya menjadi tukang parkir di pelataran parkir “PICCO Baby Shop, dan Shiatsu Solo Baru” dan menjadi muadzin di masjid baitul makmur Solo baru“ndhelalah” jarak lokasi parkir dengan masjid tidak terlalu jauh,aktivitas itu bisa ia jalani dengan baik, dan malam harinya ia kadang tidur di masjid, terkadang ia numpang di rumah saudaranya (Pak heru Suprapto) diwilayah Langenharjo, Solo Baru, aktivitas itu ia jalani semata-mata hanya memohon ridho Allah SWT dan harapan dapat melanjutkan Sekolah, namun sejak tahun 2001-2004 ia belum ia belum mampu menggapai cita-citanya untuk bisa sekolah. 

Karena keinginan untuk sekolah sangat mengebu dalam jiwanya, pada tahun 2004 ia nekat mengadu nasib di Jakarta tepatnya hijrah ke Ciputat, dengan berbekal tekad dan niat untuk melanjutkan pendidikan SMP, SMA, dan pendidikan yang berkelanjutan, di ciputat ia menumpang rumah saudara ibunya di rumah pasangan (H. Sartono, S.sos dan Hj. Haryanti, S.sos, M.Si) di sana ia sambil bekerja serabutan dan tetap dengan tekadnya untuk sekolah, siang harinya ia bekerja dan malam harinya ia gunukan untuk sekolah. Pada tahun 2013 ia menamatkan pendidikan Strata 1 (S1) di Sekolah Tinggi Ilmu Manejeman Budi Bakti (STIM BUDI BAKTI) Bekasi, sebuah kisah dan perjalanan panjang dalam meraih semua ini pertigaan, tikungan, perempatan,h bahkan jalan berlubang ia lalui untuk bisa melanjutkan sekolah SMP, SMA, hingga aS1 tanpa biaya dari orang tuanya namun ia tetap menjadi anak yang rendah hati dan apa yang di lakukan selalu di niatkan karena memohon keridhoan dari Allah SWT. “Tanpa Ridho mamak (ibu) dan Ridho Allah SWT saya tidak bisa sekolah dan sampai di ciputat, apa yang saya lakukan ini niat karena Allah SWT dan saya dedikasan sepenuhnya untuk mamak saya mas, tuturnya kepada infowonogiri.com


Di ujung tahun 2009 ia bekenalan dengan seorang gadis asal wonogiri melalui jejaring sosial Facebook (FB) dan pada Januari 2010 ia menikahi Anie Pujiyati, S.Pt Perempuan yang berdomisili di Jl. Klengkeng 2 No. 1, Kerdukepik, Giripurwo, Wonogiri Putri pasangan H. Sumarsono (Pegawai BRI Cab. Wonogiri) Hj. Ratmini (Pengusaha Rias Pengantin dan Dekorasi) “SEKAR JAGAD” pada saat itu ia masih berusia 21 Tahun dan masih kuliah semester 3, niat dan tekad karena Allah SWT ia memberanikan diri melamar dan menikahi Anie Pujiyati, S.Pt. Dan Januari 2011, pasangan ini di karunia seorang Putra bernama UMAR JAGAD RAZAQ ANIE LESNA. Percintaan Lesna Purnawan dan Anie pujiyati yang relatif singkat melalu jejaring sosial Facebook karena di anggap menarik dalam fenomena era teknologi kisahnya pernah di angkat MAJALAH INTISARI Edisi 574 Maret 2011 “Menjemput Jodoh di Internet”.


“Alhamdulillah biarpun saya “belum kaya raya dalam hal finansial”, namun saya sangat bersyukur bisa menjadi seperti ini mas, tanpa ridho Allah, SWT saya yakin tidak bisa seperti ini. Semoga saya bisa meraih mimpi-mimpi saya kedepan yaitu hidup saya banyak bermanfaat untuk masyarakat, dalam bentuk pengabdian di jalur politik semata-mata atas dasar karena Alloh, SWT dan dari pengalaman hidup saya yang memacu diri saya untuk mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat. Bukankah Pada Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara”tetapi nyatanya masih banyak masyarakat miskin yang terlantar,Tuturnya kepada infowonogiri.com


Lesna Purnawan juga aktif di kegiatan organisasi sosial seperti di Paguyuban keluarga Wonogiri (PAKARI), Paguyuban Jawa tengah (se-jabodetabek) PJT, Kawedanan Baturetno (KABARET COMMUNITY) dll. Dari kegiatan itulah ia banyak menimba ilmu dan jaringan di antaranya dengan tokoh-tokoh Jawa-tengah, Wonogiri Serta banyak belajar serta menjalin persahabatan dengan para Akademisi, Mahasiswa, Seniman, birokrat, politikus, pengusaha asli dari wonogiri yang berada di jabodetabek, dan di daerah, serta tokoh-tokoh nasional lainnya. Banyak rekan-rekan mengatakan kalo Lesna purnawan ini termasuk pribadi yang supel dan bergaul dengan siapapun dari kalangan bawah sampai kalangan atas, sebagia contoh dengan tokoh-tokoh dari wonogiri antara lain, Agus Heryawan Effendy, SE., MM. biasa di kenal “Agus Bering”, Sugiyatno Adi Prayitno, SE., MM. Drs, H. Sudarmanto Leles, MM dll. Pekerjaan yang ia geluti saat ini di bidang Percetakan dan Penerbitan, dianataranya Lesna Printing, Lesna Publishing, Lesna Jagad Offset, serta menjadi Wartawan di media online dan cetak.


Saat ini Lesna Purnawan di beri amanah oleh Ketua DPC PPP WONOGIRI untuk menempati posisi sebagai CALEG DPRD WONOGIRI DAPIL 1Nomor Urut 4meliputi Kecamatan Wonogiri, Selogiri, Wuryantoro, Eromoko, Manyaran, dariPartai Persatuan Pembangunan (PPP). Dengan harapan dapat menjadi politisi muda yang berintegritas, amanah dan benar-benar memperjuangkan kesejahteraan masyarakat wonogiri, atas dasar pengalamam hidupnya yang bisa di katakan “pahit” dan dari keluarga kalangan dibawah rata-rata serta menjadi anak yatim sejak masih kelas 1 SD Insya Allah benar-benar menjadi wakil rakyat yang amanah.

5 Responses so far

  1. Dulu sekali, jaman saya masih kecil, ketika menyebut kota WOnogiri bayangannya sebuah kota yang sulit air. Tapi sekarang semua sudah berubah.
    Wonogiri sudah jadi asri.
    Tokohnya juga menginspirasi

  2. Aku baru sekali ke wonogiri, pun hanya beberapa jam, lanjut balik semarang lagi... :D

  3. duniaely says:

    belum pernah ke Wonogiri :)

Leave a Reply

Terima kasih Anda telah membaca tulisan ini. Silakan memberikan komentar sebagai bentuk apresiasi Anda!