09 February 2013

Negara Kita Salah Kosakata

7 komentar
Mengapa kita selalu terpuruk? Padahal Indonesia adalah negara yang besar, negara yang kaya, dan negara yang berbudaya.
Terlintas dalam benak saya bahwa keterpurukan bangsa ini dikarenakan kesalahan kosakata yang digunakan dalam beberapa hal. 
Setidaknya saya menemukan dua kata yang kurang tepat atau semestinya tidak digunakan dalam kehidupan bernegara.
Dua kata itu adalah kata Pemerintah dan Pemilu.

Kata "pemerintah" yang merupakan transliterasi dari government, dapat dijabarkan sebagai kata turunan dari kata "perintah" yang mendapat awalan pe-, yang artinya 'tukang perintah'. Padahal government harusnya bukan tukang perintah, tapi tukang mengayomi rakyatnya.

Kata "pemilu" merupakan akronim dari pemilihan umum. Mengapa harus disingkat pemilu? Mengapa tidak pilum, pilmum, atau pemilum? Bahkan, akronim pilkada untuk pemilihan kepala daerah, kini diganti namanya menjadi pemilukada. Padahal kata "pemilu" bisa dijabarkan sebagai kata turunan dari kata dasar "pilu" yang mendapat awalan pe-, yang artinya "pembuat pilu'.

Keyakinan dalam hati saya menyatakan bahwa kata-kata adalah doa.
Itulah sebabnya kenapa orang tua harus hati-hati berbicara pada anaknya. Ada seorang teman yang pada masa kecilnya suka memanjat pohon. Kebiasaannya memanjat pohon yang terlalu sering membuat ibunya kesal. Hingga suatu hari saat teman saya memanjat pohon, ibunya marah-marah dan mengeluarkan kalimat, "Dibilangi jangan panjat pohon malah masih tetap ngeyel, nanti kalau jatuh dan kakimu patah baru tau rasa kau!"
Beberapa saat kemudian, teman saya benar-benar jatuh dan kakinya patah, yang akibatnya harus dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu.
Nah, itu baru kalimat yang diucapkan sekali. Bagaimana jika sebuah kata diucapkan oleh banyak orang berkali-kali? Bukankah doanya lebih berpeluang dikabulkan?

Nah, adakah teman-teman menemukan kata-kata atau istilah lain yang kurang tepat digunakan dalam kehidupan kita?

7 Responses so far

  1. Yos Beda says:

    wahahahaha, pengambilan sudut pandang yang menarik mas..

  2. Bagaimana kalau Pemilukadal pak... :D

  3. Andy MSE says:

    trus penake diganti opo, pemerintahe dhewe kuwi yo?

  4. Nadiar says:

    Saya kurang sependapat. Pemilihan kosakata tidak ada kaitannya dengan keterpurukan Indonesia.

    Menurut research saya dan beberapa teman saya. Indonesia sebenarnya bisa menjadi negara yang maju dengan catatan warganya bisa berpikir benar, logic, dan kritis. Artinya SDM kita masih sangat kurang.

    Dari survey yang kita lakukan, hanya 10% yang lolos, itupun dengan standard yang kita turunkan dalam tes berpikir benar, logic, dan kritis.

  5. indonesia kebanyakan virus bahasa alay gan :D

  6. Sukadi says:

    Lha wong nyatanya juga banyak yang cuma tukang perintah kok, Pak. Mungkin dulunya istilah itu cuma pembenaran saja :D

  7. Kosa kata di indonesia memang beragam ya pak dan kadang kadang tidak masuk akal juga

Leave a Reply

Terima kasih Anda telah membaca tulisan ini. Silakan memberikan komentar sebagai bentuk apresiasi Anda!