23 October 2010

Kenalan dengan OSS

3 komentar
Awal April 2010. Saya mendapat surat perintah dari kepala saya untuk mengikuti Bimbingan Teknis Open Source yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bekerja sama dengan FICOS  dan BOS FKIP UNS.
Saya belum bisa membayangkan apa itu Oper Sorce. Dalam benak saya, mungkin ini untuk mengganti OS komersial yang sudah umum dipakai, karena banyak instansi yang menggunakan OS tersebut secara ilegal (Bajakan). Bagaimana tidak bajakan, wong yang legal harganya mahal?

Penyebab pembajakan software antara lain: 
  1. Harga Proprietary Software sangat tinggi dibandingkan daya beli masyarakat pada umumnya, sehingga banyak yang mengambil jalan pintas melakukan pembajakan
  2. Masyarakat sudah mendarah-daging menggunakan satu vendor proprietary software tertentu
  3. Murah dan mudahnya masyarakat memperoleh software bajakan
  4. Kurangnya sosialisasi dan promosi 

Sebelum materi teknis yang dilaksanakan di FKIP UNS, dilaksanakan pembukaan di salah satu aula yang ada di Setda Kab. Sukoharjo. Pembukaan tersebut dihadiri Sekda Kab. Sukoharjo, Dekan FKIP UNS, Pejabat dari Kemenristek dan Kemeninfokom (maaf, saya lupa nama dan jabatannya) Pada pembukaan Bintek tersebut, saya baru tahu untuk apa dan bagaimana sebenarnya bintek tersebut dilaksanakan.
Dasar hukum yang melatarbelakangi Bintek ini adalah:
  1. Pemerintah Indonesia Berkomitmen Berantas Pembajakan dengan keluarnya UU No.19 tahun 2002 tentang Hak Kekayaan Intelektual. 
  2. Deklarasi Bersama IGOS tanggal 30 Juni 2004
  3. Surat Edaran Menkominfo tahun 2005 05/SE/M.Kominfo/09/2005 tentang “Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal di Lingkungan Instansi Pemerintah”.
  4. Surat Edaran Kementerian PAN SE/01/M.PAN/03/2009 tentang “Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS)”
Diharapkan paling lambat tanggal 31 Desember 2011 seluruh instansi pemerintah sudah menerapkan penggunaan perangkat lunak legal, dan menggunakan Free Open Source Software (FOSS) yang berlisensi bebas dan legal sebagai pengganti perangkat lunak tidak legal.

Lho... kok malah kayak materi presentasi....????
Oke, kita kembali ke tema.
Itulah awal mula saya berkenalan dengan OSS.
Selanjutnya Bintek dilaksanakan di FKIP UNS dengan materi Instalasi Ubuntu dan Pascainstalasi, serta penggunaan aplikasi perkantoran di Ubuntu (Open Office)
Dapat hal baru, tentunya menyenangkan. Dalam Bintek tersebut juga dibagikan CDlive Ubuntu 9.10 (Carmic Koala). 
Setelah mengikuti Bintek tersebut, saya masih belum mencoba mengaplikasikan ilmu di kantor, masih takut! Takut gagal, takut data-data yang sudah ada hilang, dsb. Namun dalam benak saya, untuk memulai sesuatu memang dibutuhkan keberanian. Akhirnya saya coba instalkan di salah satu kompi kantor. Hasilnya, terinstal namun setelah booting hang. Saya coba instal ulang berkali-kali (kali aja salah prosedur), hasilnya tetap sama. Saya sempat down.
Tapi, mencoba hal baru butuh perjuangan kan? Akhirnya saya browsing2 dan bergabung dengan grup Ubuntu Indonesia. Ternyata, banyak ilmu yang saya dapat di sana. Intinya, jangan takut dan malu! Belakangan, saya juga ikut grup google, yaitu  id ubuntu dan grup lokal, yaitu ubuntu-solo dan KPLI Solo
Dari situ saya tahu bhwa pada tanggal 10 oktober 2010 akan dilaunching Ubuntu 10.10 (Maverick Meerkat). Akhirnya, saya tunggu aja edisi tersebut. Setelah keluar, saya langsung unduh iso Ubuntu 10.10 versi netbook karena saya pakai netbook. Saya mengunduh via torrent dan butuh waktu 4 hari kerja (saya mengunduhnya lewat internet fasilitas kantor; unduhan plat merah, dunk... hihihi...). Selanjutnya...... tunggu pada postingan saya selanjutnya ya....!!!!

3 Responses so far

  1. Andy MSE says:

    salah satu kendala migrasi ke oss adalah masalah aplikasi-aplikasi yang digunakan sehari-hari.
    sebetulnya banyak sekali aplikasi di oss yang tidak kalah dengan aplikasi proprietary, sayangnya, kebiasaan yang sudah terlanjur mendarah-daging membuat banyak orang enggan untuk belajar...
    Salam Sukses

  2. mas yuda says:

    bos aku dibakarke maverick merkat yo
    mau ta coba

  3. Pakeko says:

    Bener Bung! Dan yang lebih penting lagi adalah pelajaran TIK di sekolah. Harus ada kebijakan pembenahan kurikulum, karena kurikulum yang sudah ada berdasar pada OS Komersial.

Leave a Reply

Terima kasih Anda telah membaca tulisan ini. Silakan memberikan komentar sebagai bentuk apresiasi Anda!