25 October 2010

Installing!

3 komentar
Tulisan ini untuk menunaikan janji saya pada tulisan sebelumnya. Bagaimana kabar komputer kantor yang sempat saya instal dengan Ubuntu 9.10? Sampai saat tulisan ini ditulis, masih mangkrak. Artinya, masih saya membiarkan terinstal dual booting, yang jika dibuka ubuntunya, setelah booting, heng. Mengapa saya biarkan? Saya berpikiran, mungkin CD installernya kurang sempurna, atau ada hal-hal lain. "Untuk memulai hal baru harus belajar secara intensif," demikian benakku berkata. Untuk dapat belajar intensif, tentunya tak bisa dilakukan di kantor. Karena di kantor kerjaan menumpuk dan komputernya selalu dipakai. Kebetulan di rumah ada netbook (notebook milik sang istri tercinta). 
Oleh karena itu, setelah tahu Ubuntu 10.10 telah dirilis, segera saya unduh yang versi netbook via torrent.  Saya mengunduhnya lewat jaringan internet di kantor, memakan waktu lima hari kerja karena koneksinya via hotspot yang lamban. Rasanya tak sabar menunggu hasil unduhan. Setelah 100%, saya buat liveUSB dengan universal USB installer sebagaimana yang ditunjukkan oleh www.ubuntu.com. Sampai di rumah, saya coba. Ternyata tidak bisa menginstall!!!!
Selanjutnya saya cari2 informasi di grup2 ubuntu/linux. Saya temukan cara buat live USB dengan Unetbootin. Hasilnya, bisa diinstalkan.  Saya menginstalnya sesuai dengan panduan yang saya dapat di Bintek. Kebetulan netbook istri saya berkapasitas 160 GB, telah dipartisi dg Wind***, pada E dibuat 60 GB. Pada E inilah yang saya kurangi. Saya buat freespace sebesar 30 GB. Lalu saya lakukan pemartisian sebagai berikut.
1. swap area: 2100 MB
2. / : 7000 MB
3. /home : 10000 MB
sisanya ku kasihkan di /media datapakeko
Setelah install selesai, ada problem. Pada yang /media tidak bisa dibuka.
Langkah saya, menghubungi teman lama, Bung Andy MSE. Dari beliau, sy dapat ilmu sebagai berikut:
untuk kebutuhan ubuntu, cukup disediakan dua partisi yaitu /, dan swap.
bisa juga disendirikan untuk titik kait lainnya misal /home /var, dlsb.
saran saya, biar gampang ya cukup dua saja karena home, var, lib, dlsb akan diatur secara otomatis dalam filesystem. selain dua partisi itu, bisa juga membuat partisi lain misalnya untuk penyimpanan data.
saran: bagian kosong dipartisi belakangan, atau cukup dibuat partisinya saja diformat belakangan setelah instalasi ubuntu selesai, dengan menggunakan tool: disk utility...
Selanjutnya saya install sesuai saran, dan hasilnya oke.
Semua hardware bisa jalan, kecuali wireless. Namun, setelah terhubung dengan internet via modem hsdpa, keluar kotak dialog untuk menginstall wireless. Hasilnya, oke. Netbook saya bawa ke hotspot area, dan berhasil conect.
Selanjutnya, melakukan hal-hal yang dibutuhkan. SELAMAT MENCOBA!





3 Responses so far

  1. Andy MSe says:

    ya... di 10.10 saya juga bermasalah dengan pembuatan usb startup disk. akhirnya teratasi juga tapi bukan dengan unetbootin melainkan dibakar dulu menjadi CD.
    kendala yang sama juga saya alami saat mau bikin usb startup disk linux mint debian edition...
    Salam Sukses!!!

  2. terima kasih mas, linknya merujuk ke blog saya :D

  3. Pakeko says:

    Wrg Ubuntu: Sama2, terima kasih atas ilmunya. Jadi tahu kalo ternyata VGAnya belum kedetek nih....
    Bung Andy: makasih.... Eh, trnyata VGA blum kedetek. Solusinya?

Leave a Reply

Terima kasih Anda telah membaca tulisan ini. Silakan memberikan komentar sebagai bentuk apresiasi Anda!