09 July 2011

Kongres PSSI di Solo Diawali Kirab

1 komentar
Festival, karnaval, dan kirab kini sudah menjadi salah satu ikon kota Solo. Lihat saja agenda budaya kota Solo yang telah dilaksanakan. Pada bulan Januari 2011 ada Grebeg Sudiro. Bulan Februari dilaksanakan Grebek Mulud, Festival Kethoprak, dan Solo Karnaval. Pada Bulan Maret ada Festival Tirtonadi. Pada Bulan April dilaksanakan Solo Menari dalam rangka Hari Tari Sedunia. Bulan Mei dilaksanakan Festival Dolanan Bocah dan Mangkunegaran Performing Art. Bulan Juni lalu, ada Kreatif Anak Sekolah Solo (KREASSO), Solo Batik Carnival, dan Keraton Art Festival. Sedangkan pada Bulan Juli ini sudah ada dua even yang dilaksanakan, yaitu Solo International Performing Art (SIPA) dan Solo Batik Fashion.
Even KLB PSSI juga dimanfaatkan untuk makin mengukuhkan kota solo sebagai Carnival City. Sabtu, 9 Juli 2011, Kongres Luar Biasa PSSI akan diawali kirab yang melibatkan sejumlah elemen, antara lain Prajurit Kasunanan, Reksapraja, Jagatirta, Solo Batik Carnival, Puteri Solo, dan cucuk lampah. Dalam kirab tersebut, Komite Normalisasi, menteri, KONI, AFC, dan FIFA akan dikirab dengan kereta kuda.
Kirab dalam pembukaan KLB PSSI ini digagas oleh Walikota Solo, Joko Widodo, dengan harapan KLB PSSI kali ini merupakan kongres yang berbudaya. “Kami ingin kongres yang berbudaya. Di dalam dan luar kongres, harus berbudaya,” ujar Jokowi.
Selain kirab, untuk mewujudkan kongres yang berbudaya, tuan rumah telah menyiapkan 20 Puteri Solo untuk mendampingi peserta kongres yang interupsi.
Di hotel tempat dilaksanakannya kongres pun, yaitu di The Sunan Hotel, malam ini (8/7) mulai pukul 22.00 WIB digelar pergelaran wayang kulit. Pergelaran wayang kulit di lobby hotel ini menampilkan dalang H. Kamto Suwarno dengan lakon “Gatotkaca Lahir”. Sebelum pementasan wayang kulit dimulai, dilaksanakan acara doa bersama dan potong tumpeng. Dalam kesempatan ini, yang didaulat untuk memotong tumpeng adalah Ketua Koni Rita Subowo dan anggota Komite Normalisasi yang juga anggota DPR RI dan mantan calon Bupati Wonogiri, Sumaryoto.
Kota Solo memang memiliki sejarah panjang terkait olahraga dan PSSI. Organisasi PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia) berdiri 19 April 1930. Cita-cita Soeratin membentuk organisasi sepak bola nasional diawali dengan mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan para tokoh sepak bola, di antaranya di Solo, Yogyakarta, dan Bandung.
Pada 1938 berdiri ISI (Ikatan Sport Indonesia), organisasi yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olah Raga pertama (15-22 Oktober 1938) di Kota Solo.
Nama PSSI yang semula singkatan dari Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia, diubah menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dalam kongres di Solo pada 1950.

One Response so far

  1. Sukadi says:

    semoga saja acara berjalan lancar, nggak pakai rusuh... :)

Leave a Reply

Terima kasih Anda telah membaca tulisan ini. Silakan memberikan komentar sebagai bentuk apresiasi Anda!